Home

A Note From Chaplain

Mendengarkan

“Jika engkau  rela mendengarkan, maka engkau akan belajar, dan kalau kau condongkan telinga pasti akan menjadi bijaksana.”
Sirakh 6:33

Pingkan, Ibu berusia 45 tahun itu pulang dari kantor dengan hati kesal. Sesampai di rumah, dia melihat suaminya sedang baca koran. “Baca apa?”, sapanya basa-basi. Suaminya tanpa memalingkan wajahnya dari koran menjawab, “Sport”. Pingkan bertambah kesal. Hati kecilnya ingin agar suaminya minimal menurunkan koran dan menyapanya; lebih jauh dia bisa mengadu kepada sang Suami. Tetapi ternyata suaminya lebih suka koran dari pada dirinya. Sambil menyiapkan makan, dia merasa kemarahan membakar hatinya. Mengapa dia harus merawat dan melayani suami…..

Mendengarkan adalah kemampuan yang penting. Ingat bahwa anak yang tidak didengarkan akan cenderung nakal untuk mencari perhatian. Langkah-langkah berikut ini dianjurkan:

  1. Jika anggota keluarga berbicara kepada anda, turunkanlah apa saja yang anda pegang, seperti koran, hp, blackberry, dan lain-lain. Tataplah mata yang berbicara pada anda dengan tatapan yang lembut, seakan-akan tidak ada yang lebih penting dari dia yang berbicara kepada anda.
  2. Ingatlah bahwa manusia lebih penting dari pekerjaan. Jangan sampai kehilangan saat-saat bahagia bersama anggota keluarga.
  3. Jika ada sesuatu yang tidak bisa anda hentikan: misalnya pekerjaan atau telpon penting, minta permisi, misalnya “Papa telpon bentar ya…”. Ada oragngtua yang telpon sambil mengelus-elus kepala anaknya. Hal ini bagus sekali.
  4. Bicaralah dengan nada rendah dan volume sedang. Supaya yang berbicara dengan anda merasa nyaman. Suara dengan nada yang tinggi cenderung memaancing kejengkelan.

AKTIVITAS KELUARGA

Lakukan aktivitas ini di keluarga anda. 

Misi Rahasia

Dalam sebuah pertemuan keluarga, setiap anggota keluarga diminta untuk menuliskan kegiatan khusus yang akan dibuat di rumah pada sebuah amplop tertutup. Amplop itu kemudian disegel dan disimpan. Beri waktu seminggu kepada setiap anggota keluarga untuk melaksanakan misi rahasianya. Misalnya: akan menyapa terlebih dahulu kepada tiap anggota keluarga, mau menyapu halaman, memangkas rumput, vacum lantai dll. Pada minggu berikutnya, setiap anggota keluarga diminta menebak apa misi rahasia yang dilakukan oleh salah satu anggota keluarga. Hitunglah berapa jumlah yang mengatakan misi itu (menurut mereka) dan cocokkan dengan yang tertulis di amplop pada minggu sebelumnya. Yang cocok dengan yang tertulis di amplop dan yang paling banyak mengatakan dari semua anggota keluarga menang dan mendapat hadiah. Aktivitas ini meningkatkan perhatian satu dengan yang lain. 

Saudaramu dalam Tuhan,
Pst. Petrus Suroto MSC

 

Play, Pray & Praise God (P3G) Feb 2020

 IT LOVE? (part-B)
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Who remembered the first part of IS IT LOVE two weeks ago? 🙋🏻‍♀️🙋🏻‍♂️
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Join us for the SECOND part of IS IT LOVE in our Play Pray and Praise God session (P3G) this Saturday to understand more about the Theology of the Body brought to you by Marius Hiu & Nia Adhi! Don’t forget to prepare your questions for discussions! ⠀⠀⠀⠀⠀⠀
“The human body includes right from the beginning… the capacity of expressing love, that love in which the person becomes a gift – and by means of this gift – fulfills the meaning of his being and existence.”
-St. John Paul II-

A Note From Chaplain

BELAJAR DARI UMAT (4)

Sebagai seorang imam yang sudah 20 tahun bekerja, saya banyak belajar dari umat yang saya layani. Mereka menjadi guru kehidupan bagi saya. Mereka memberi pemahaman tentang hidup, yang tidak begitu saja jelas dari bangku kuliah. Saya mencoba untuk menuliskan “kebijaksanaan hidup”  apa saja yang saya pelajari dari umat yang pernah atau sementara saya layani.

 

KESULITAN BESAR

Umat berikut ini tidak menunjuk kepada pribadi tertentu tetapi rekonstruksi dari pengalaman banyak umat yang saya temui.

Bahagia saya berteman dengan -sebut saja namanya Harjadi. Sebenarnya dia kurang beruntung karena orangtuanya hanya menjadi Penjaga Sekolah: pesuruh, merawat kebersihan sekolah. Gaji orangtuanya sangatlah kecil. Tidaklah cukup untuk menyekolahkan keenam anaknya. 

Harjadi berjualan es. Di awal tahun 80-an, berjualan es berarti mengambil termos es dari juragan es, dan kemudian berjalan berkeliling kampung menjajakan es. Dia harus mengembalikan hasil jualan kepada juragan dengan sedikit mendapatkan upah dari es yang terjual. 

Naas hari itu. Saat berjalan, termos esnya jatuh dan kacanya pecah berkeping-keping. Dia sangat takut: takut disuruh mengganti termos dan pastilah dia tidak bisa memberikan uang ganti termos es itu. Dia stress, takut, menangis. Namun dia menghadapinya. Dan dia berhasil mengatasi masalah itu.

Harjadi, walau orangtuanya kurang mampu bisa bersekolah di ITB. Selepas kerja dia bekerja di sebuah pabrik jamur yang dipasarkan ke USA. USA sangat demanding dalam kwalitas: misalnya kadar air dan masalah tehnis lainnya. Pernah dia didemo oleh hampir 2000 karyawannya. Namun dia bisa menghadapi dengan tenang. Dia berhasil membantu biaya pendidikan adik-adiknya. Dari keenam adik-adiknya, ada yang  menjadi wartawan, manager, dosen dan pastor. 

Pernah saya bertanya kepadanya: mengapa anda bisa menghadapi berbagai masalah dengan tenang. Dia menjawab: saya pernah mengalami kesulitan yang sangat besar yaitu saat kecil, termos es yang pecah berantakan. Saya ketakutan, tetapi ternyata bisa diselesaikan. Sejak saat itu tidak pernah ada kesulitan yang lebih besar dari termos es yang pecah. Saya tahu saya mampu dan seperti ada tangan yang tidak kelihatan yang selalu menuntun saya. 

Para saudara, pernahkan anda mengalami kesulitan yang sangat besar? Kesulitan yang sangat besar itu sering menjadi guru kehidupan bagi kita. Kita menjadi tahu dan belajar. 

Dalam pembinaan calon imam, ada program yang namanya peregrinasi atau pengembaraan. Mereka selama waktu tertentu, misalnya 10 hari, diminta untuk berjalan tanpa bekal. Dan mereka akan mengalami hal-hal sulit, namun akhirnya mereka akan tahu bahwa tangan Tuhan senantiasa menyertai mereka. 

Kitapun sering diuji oleh Tuhan. Ujian-ujian kehidupan sering kita perlukan supaya kita menjadi lebih tangguh. Tuhan seringkali juga menguji diri kita supaya kita kuat. 

Pepatah mengatakan, “They have to be tested to draw out the best of them’’. 

Saudaramu dalam Tuhan,
Pst. Petrus Suroto MSC

 

A Note From Chaplain

RETRET

Para saudara, saat membaca artikel ini, saya akan sedang menjalani retret tahunan. Seorang pastor diiwajibkan oleh Kitab Hukum Kanonik untuk mengambil retret sekurangnya 8 hari dalam setahun.  Saya mengambil retret pribadi terbimbing, yang didampingi oleh Pastor senior Rm. Tarsisius Wignyosoemarto. Dalam tulisan ini saya ingin berbagai pengetahuan tentang apa itu retret.

Adapun artinya 

Retret berarti mengundurkan diri, menjauhkan diri dari kesibukan sehari-hari atau menyepi. Dengan retret, seseorang diharapkan bisa mengakrabi diri sendiri, banyak waktu untuk bercakap-cakap dengan Tuhan, menata diri berdasarkan jati dirinya. Dia juga dipandu untuk mengenali kembali apa yang menjadi tujuan sejati dari hidupnya.

Jenis-jenis Retret

Dalam Gereja Katholik ada berbagai jenis retret:

 

  • Seminar Retret/Preached Retret

 

Retret ini memiliki peserta yang sangat besar. Bisa sampai lebih dari 100 orang. Retret ini tidak dilengkapi dengan pembimbing untuk peserta karena jumlahnya yang besar. Refleksi-refleksi disampaikan oleh pembimbing berdasarkan pengolahan dirinya. Biasanya dibantu juga untuk pengakuan dosa. Retret CIC yang setiap tahun diadakan memiliki jenis ini.

 

  • Retret Setengah terbimbing

 

Retret ini memiliki peserta yang masih besar, tetapi tidak sebesar seminar retret. Umumnya mereka memiliki topik yang sudah ditentukan, misalnya persiapan kaul, persiapan kaul kekal, mencari pasangan hidup, retret luka batin dan lain-lain atau retret tahunan para imam dan biarawan-biarawati. Para peserta diminta untuk silentium magnum (menjaga ketenangan dengan tidak berbicara). Bahkan kadang tidak diperbolehkan memakai handphone. 

Bahan-bahan disampaiakn secara sistematis oleh pembimbing dan para peserta merenungkan bahan-bahan secara sistematis. Umumnya mereka merenungkan bahan-bahan 4 kali sehari masing-masing 1 jam, di kapel atau dikebun. Dan kemudian membuat catatan pribadi. Mereka diberi fasilitas untuk pengakuan dosa dan bahkan sharing antar peserta. Mereka juga bisa approach pembimbing untuk bimbingan pribadi. 

 

  • Retret Terbimbing Penuh

 

Retret ini pesertanya sangat terbatas, antara 1-5 orang. Mereka dituntut untuk silentium magnum (tidak berbicara sama sekali). Pembimbing yang berpengalaman memberi bahan secara sederhana, misalnya hanya 4 perikope Kitab Suci yang harus mereka renungkan secara pribadi. Mereka mengatur acara sendiri-sendiri. Makan dilakukan secara sendiri-sendiri dengan hening dan sebaiknya menghindari tatap mata antar peserta, supaya tetap fokus kepada Tuhan. Mereka secara pribadi merenung 4 kali dan kadang-kadang 5 kali renungan yang disebut meditasi, konsiderasi atau kontemplasi. Dan sering ada renungan ulangan. Kadang-kadang permenungan dibuat tengah malam atau pagi-pagi, sesuai dengan bahan renungan. 

Yang paling terkenal adalah Latihan Rohani St. Ignatius yang mengambil waktu 30 hari, atau 8 hari dengan dinamika yang sangat khas.

Peserta retret akan bertemu dengan pembimbing kira-kira 50 menit sehari. Dalam pertemuan itu peserta retret mesyeringkan buah-buah permenungan. Pembimbing akan memberi petunjuk tehnis, misalnya cara berdoa yang baik. Terutama jika retretan mengalami desolasi. Pembimbing akan mendengarkan dengan penuh perhatian sambil merenungkan, “Tuhan, apa yang Engkau kehendaki untuk saudaraku ini.” Pembimbing memberikan direksi dan peneguhan. Di akhir bimbingan, pembimbing akan memberikan bahan-bahan untuk direnungkan, misalnya perikop-perikop Kitab Suci. 

 

  • Retret Pribadi terbimbing

 

Retret jenis ini mirip dengan retret terbimbing penuh. Yang membedakan adalah dinamikanya sangat  tergantung dari peserta retret. Dari bimbingan pertama kemudian akan berkembang sesuai dengan bimbingan Roh Kudus. 

Retret saya kali ini memakai bentuk yang keempat. 

Para umat yang saya kasihi, kita saling mendoakan. Doakan saya juga supaya dapat mengolah hidup rohani dengan baik. Mohon maaf kalau waktu-waktu ini sampai retret berakhir, jika anda WA tidak saya balas. Mohon segala sesuatu dikonsultasikan dengan Pst. Alo Lamere atau Koordinator Dewan CIC. 

Saudaramu dalam Tuhan,
Pst. Petrus Suroto MSC

 

Play, Pray & Praise God (P3G) Jan 2020

IS IT LOVE? (part-A)

You are purposely made unique. You are preciously shaped by Him. Nothing on this planet has ever been more important in God’s heart than your life. Nobody will do for this world what you have been created to do and be. Let’s learn about God’s purpose in creating each of us so that we can learn to love our unique-self first before loving others.
See you this Saturday after mass at SPJ hall for part-A of this teaching to understand more about the Theology of the Body taught by St. John Paul II. “The human body includes right from the beginning… the capacity of expressing love, that love in which the person becomes a gift – and by means of this gift – fulfills the meaning of his being and existence.”

-St. John Paul II-

A Note From Chaplain

BELAJAR DARI UMAT (3)

Sebagai seorang imam yang sudah 20 tahun bekerja, saya banyak belajar dari umat yang saya layani. Mereka menjadi guru kehidupan bagi saya. Mereka memberi pemahaman tentang hidup, yang tidak begitu saja jelas dari bangku kuliah. Saya mencoba untuk menuliskan “kebijaksanaan hidup”  apa saja yang saya pelajari dari umat yang pernah atau sementara saya layani.

SEDERHANA ATAU HEMAT?

Kisah berikut ini tidak menunjuk kepada seseorang sebagai pribadi, tetapi sebagai rekonstruksi dari beberapa perilaku umat.

Sederhana

Namanya Joseph. Dia seorang guru SMA. Dia sangat berdedikasi dalam pekerjaannya. Pelajaran disiapkan dengan sangat baik. Meja kerjanya sangat rapih karena dia tidak menaruh barang selain yang berhubungan dengan pekerjaannya, kecuali salib kecil, jam dan botol minuman. 

Komputer laptopnya sangat cepat dan responsif. Bukan karena baru dan mahal tetapi karena programnya sangat sedikit. Tidak ada game, tidak ada aplikasi-aplikasi yang di luar pekerjaannya. Dan komputer itu sudah dipakai lebih dari 8 tahun. 

Pulang ke rumah dia mengendarai sepedamotor. Sangat bersih karena dia akan melap dengan kain sebelum dia pakai. Sesampai di rumah, dia akan bekerja tangan mengurus kebun, ayam piaraan dan kolam. Jam 5 sore akan kembali bekerja karena di paroki dia selalu menjadi bendahara. Di Desa, dia juga menjadi bendahara karena terkenal sangat jujur dan laporannya rapih. Selain itu dia juga menjadi katekis dan prodiakon. Dia suka mengajar. Anak-anak sekolah sering datang ke rumah karena dia guru matematika, dan ia tidak pelit untuk berbagi ilmu.

Rumahnya tiga kamar. Ruang tamunya walaupun tidak besar tetapi terasa lapang dan sangat rapih karena tidak memiliki banyak barang. Kalau ada tamu datang dia akan menyuguhi teh hangat. Hiburan di rumah cuma TV. Setelah jam 9 biasanya dia bersih-bersih diri dan akan nonton TV dengan istrinya. Kadang-kadang istrinya cerita tentang pengalaman hari itu. Tetapi kebanyakan mereka diam-diam saja. Kadang-kadang istrinya tidur di pangkuannya sambil baca buku. 

Dia baru sekali ke luar negeri, yaitu berziarah ke Lourdes. Saat libur dia kebanyakan cukup pergi ke daerah wisata dekat rumahnya. “Yang penting bukan jauhnya, tetapi kita bisa menikmati waktu” katanya. Dia tidak pernah atau tidak tahu mencari tiket yang murah.  Walau gajinya tidak banyak, tetapi dia merasa berkecukupan. Karena memang tidak banyak keinginan dan kebutuhannya. Dan ketika ada yang perlu ditolong, dia menyumbang cukup besar. Setiap bulan lebih dari 10% pendapatannya disisihkan untuk menolong sesama.

Saya merasa orang semacam Joseph inilah yang dipuji Kitab Suci, berbahagialah yang miskin di hadapan Allah, berbahagialah yang suci hatinya (Bdk. Matius 5:3.8)

Hemat

Antonius tahu benar mengatur uang. Dia bisa berlibur ke Singapore, Thailand, dan Sydney hanya dengan tiket seharga $ 600 dolar. Dia tahu caranya berhemat. Maka dia pernah pergi ke penjuru dunia dalam liburannya. Rumahnya penuh barang karena membeli banyak lebih murah dibandingkan dengan membeli sedikit. Setiap kali ada kata discount, dadanya berdegub dan ingin membeli. Ruang tamunya terasa sempit dan menghimpit, karena perabotnya besar-besar. Dia selalu pulang membawa cenderamata dari banyak belahan dunia sehingga lemarinya tidak mampu menyimpannya. Belum lagi koleksi sepatu dan jam tangannya.

Dia tahu banyak restaurant. Dan tahu bagaimana caranya mendapatkan discount. Aplikasi untuk mendapatkan tempat tinggal yang murah. Hand phonenya yang canggih menjadi lemot karena dia menjadi anggota begitu banyak WA group. 

Antonius banyak membantu saya, terutama saat ingin membeli barang atau bepergian. Dia tahu the best price. 

Discern 

Dari umat saya bisa belajar untuk discern, atau memilah-milah dan membeda-bedakan. Bahwa ternyata bersikap sederhana berbeda dengan bersikap hemat. Orang sederhana datangnya dari dorongan hati. Memang tidak ada banyak keinginan dari hatinya. Belajar dari saudara yang beragama Budha, keinginan adalah sumber dari sengsara. Orang yang sederhana umumnya bersikap, non multa sed multum. Bukan banyaknya hal yang dia kerjakan tetapi kedalaman dan kesungguhan hatinya dalam melakukan tindakannya. Atau mereka sering mengatakan, “Melakukan hal biasa dengan cara yang istimewa”. Karena tidak banyak keinginannya, maka uangnya cukup dan dia tidak perlu berhemat. . Saya merasa orang semacam Joseph inilah yang dipuji Kitab Suci, berbahagialah yang miskin di hadapan Allah, berbahagialah yang suci hatinya (Bdk. Matius 5:3.8)

Orang yang hemat,  bisa menikmati banyak hal dengan cara yang efektif sekali. Umumnya mereka memiliki banyak pengalaman dan perbandingan. Mereka biasanya memiliki pengalaman bepergian ke banyak tempat, dan tahu menikmati hidup. 

Mana yang lebih baik?

Saya tentu tidak dalam posisi menilai apalagi menghakimi. Saya hanya belajar untuk membedakannya. Dua-duanya memiliki keunggulannya sendiri. Apakah kita bisa menggabungkan kedua-duanya? Tentu tidak mudah untuk menggabungkan kedua-duanya, karena nilai yang diyakini seringkali tidak seiring bahkan bertentangan. Kalau saya boleh memilih, saya lebih suka memiliki hati yang sederhana. Saya kadang memohon kepada Tuhan supaya dianugerahi sebuah hati yang sederhana.  

Namun jika ada yang mampu untuk menggabungkan, maka dia menjadi orang yang sangat efektif dan sekaligus efisien. 

Saudaramu dalam Tuhan,
Pst. Petrus Suroto MSC

Misa 1000 Hari

CIC diundang untuk menghadiri Perayaan Ekaristi yang akan dipersembahkan untuk mendoakan 1000 hari berpulangnya Rm. A.M. Ardi Handojo Seno SJ yang akan dilaksanakan di Our Lady of the Way Parish, St. Mary’s Church 264 Miller St, North Sydney, NSW 2060 pada hari Jumat 14 Februari 2020, pada jam 12.00. Mass celebrants: Fr. Andrew Bullens SJ, dan Fr. Daven Day SJ. All welcome. RSVP selambatanya  2nd February 2020, kepada Selvy 0401 526 588 (Untuk Kensington) dan Lanny 0402 090 289 (untuk Enmore dan lain-lain). 

Chaplain Anda Ke Indonesia

Tanggal 29 Januari – 18 Februari, chaplain anda ke Indonesia. Tujuannya untuk Retret Tahunan, berlibur mengunjungi orangtua dan memberkati perkawinan keponakan yang menikah. Untuk pengetahuan Umat, Chaplain CIC -seperti skilled worker pada umumnya, wajib berlibur 4 Minggu dalam setahun plus 8 hari retret. Selama Chaplain tidak ada, pelayanan akan dilaksanakan oleh Fr. Aloysius Lamere MSC. 

Rosary Is Back – 2020

  • Posts

Rosary Thursday is back! 🙏🏻 The first Rosary this year will be held tonight! Come and join us in worship and prayer. Worship will start at 7 pm (7.10 pm latest). See you all there! 🙋🏻‍♀️🧡

Pray For Australia

In Australia, bushfires have been burning down hundreds of homes and farms since August 2019, and it is still on fire until today! Over 6 million hectares of Australian land has been burned, and the death toll keeps increasing. 😥

But we can do something to help them!
If you want to show your support by making a donation, here are some links to the local state fire services:

NSW RURAL FIRE SERVICES:
https://quickweb.westpac.com.au/OnlinePaymentServlet?cd_community=NSWRFS&cd_currency=AUD&cd_supplier_business=DONATIONS&action=EnterDetails

QLD FIRE AND RESCUE:
http://givit.org.au/

SA COUNTRY FIRE SERVICE:
https://cfsfoundation.org.au/donate

VIC COUNTRY FIRE AUTHORITY:
https://www.cfa.vic.gov.au/about/supporting-cfa

WESTERN AUSTRALIA:
https://www.dfes.wa.gov.au/contactus/pages/generalenquiries.aspx

Please help our community in every way, donations from the links above, or even through prayers! Remember, every little help counts!
Let’s help for a better Australia! 🙏🏻

CIC Christmas 2019

  • Posts

It’s almost that time of the year to celebrate the birth of our savior Jesus Christ. Let’s celebrate Christmas together in prayer. Join us for Christmas Eve Mass, Tuesday 9pm at OLR Kensington and Christmas Mass, Thursday 2pm at St Mary’s Cathedral.

A Note From Chaplain

TANDA DARI SURGA

Belajar dari Pater Jules Chevalier

Pater Jules Chevalier adalah seorang imam di paroki St. Cyr di Kota kecil Issoudun, Prancis. Sejak di Seminari dia merefleksikan situasi manusia. Dan dia menemukan bahwa situasi zaman pada zamannya, Perancis, di tahun 1850-an, diwarnai dengan fenomena egoisme dan indeferentisme. Indeferentisme yang dimaksud adalah sikap acuh tak acuh dan dingin kepada Tuhan. Orang tidak tertarik kepada ajaran Tuhan dan cenderung mengikuti pemikiran liberalisme.

Dia percaya bahwa ada harta yang terdalam dalam Hati Kudus. “Seperti kita ketahui, Hati Kudus adalah obat yang mampu mengubah dunia ini selamat”. Dengan menggunakan senjata ini, yakni Hati Kudus, para missionaris hendaklah melawan liberalisme. Menghadapi kekerasan hati kaum liberal adalah dengan senjata kelemah lembutan dan kerendahan hati. Dia tergerak untuk mendirikan Tarekat (kelompok religius) dan asosiasi awam yang dibaktikan kepada Hati Kudus Yesus. Tarekat itu akan menggunakan senjata Hati Kudus Yesus, untuk menghadapi keangkuhan kaum liberal. Hati Kudus yang penuh kerendahan hati dan kelemahlembutan akan menjadi senjata untuk memerangi situasi zamannya.

Maka dia menginginkan tanda dari surga apakah niatnya juga menjadi kehendak Tuhan atau tidak. Maka dengan sahabatnya, P. Maugenest, mereka berdua memulai novena. Untuk meminta tanda dari Surga. Dia peraya bahwa “Jika Tuhan menghendaki karya Hati Kudus, karya tersebut akan berhasil walaupun berbagai kesulitan yang amat besar menghadang. Yang penting kita yakin bahwa ini merupakan kehendak Tuhan. 

Pada tanggal 8 Desember 1854, pada hari kesembilan novena, ada umat yang datang memberikan donasi kepadanya yang jumlahnya cukup besar.  Donasi itu dijadikan oleh Chevalier, sebagai pertanda persetujuan dari Surga untuk merestui niatnya untuk mendirikan tarekat. Pada tahun berikutnya, dia memulai masa novisiatnya untuk menjadi biarawan MSC. Dan Tuhan telah, sedang dan akan memakai tarekat MSC untuk karya misi sampai ke ujung dunia. Kini Tarekat MSC yang lahir pada tanggal 8 Desember 1854 telah membuka banyak Keuskupan baru dan hadir di lebih dari 40 negara. CIC adalah salah satunya yang digembalakan oleh Pastor-pastor MSC. 

Pernahkan anda mencari tanda dari Surga?

Mencari Tanda dari Surga juga biasa dilakukan oleh banyak orang, termasuk anda. Waktu saya menjalani pembinaan di Seminari Menengah St. Petrus Canisius Magelang, kami memiliki tradisi pulang ke rumah jalan kaki  saat diterima di salah satu lembaga hidup bakti. Saya juga menjalaninya, berjalan kaki dari SMA ke rumah. Saya berdoa, Tuhan berikan petunjuk-Mu, kalau saya bisa pulang ke rumah tanpa halangan, berarti saya Engkau panggil menjadi imam. Jika ada halangan atau saya tidak kuat jalan kaki, mungkin bukan panggilan saya. Ternyata saya bisa pulang dengan selamat. Dan itu saya jadikan tanda bahwa menjadi imam adalah panggilan hidup saya dan saya jalani sampai sekarang.

Keputusan-keputusan Besar

Kita pasti juga pernah membuat keputusan-keputusan besar. Keputusan-keputusan itu sangat mempengaruhi hidup kita. Hidup kita tidak akan sama lagi dengan pilihan yang kita ambil. Misalnya akan menikah dengan siapa, tinggal di mana, profesi yang saya pilih, mengambil hutang di bank untuk membuka usaha, dan lain-lain. Keputusan-keputusan besar itu membutuhkan campur tangan Tuhan karena kita percaya kalau kita melakukannya sesuai kehendak Tuhan, maka bukan hanya kita saja yagn bekerja. Tuhan juga akan menyertai kita.

Mencari tanda itu bisa dilakukan dengan doa hening, doa novena atau proses discernment. Kita membuka hati kepada kehendak Tuhan dan nanti seperti ada keyakinan yang kuat di dalam hati tentang apa yang hendak kita lakukan.

“Serahkanlah dirimu kepada Tuhan, dan percayalah kepada-Nya, maka Tuhan akan bertindak” (Mz 37:5). 

Saudaramu dalam Tuhan,
Fr. Petrus Suroto MSC