Home

Play, Pray & Praise God (P3G) Jan 2020

IS IT LOVE? (part-A)

You are purposely made unique. You are preciously shaped by Him. Nothing on this planet has ever been more important in God’s heart than your life. Nobody will do for this world what you have been created to do and be. Let’s learn about God’s purpose in creating each of us so that we can learn to love our unique-self first before loving others.
See you this Saturday after mass at SPJ hall for part-A of this teaching to understand more about the Theology of the Body taught by St. John Paul II. “The human body includes right from the beginning… the capacity of expressing love, that love in which the person becomes a gift – and by means of this gift – fulfills the meaning of his being and existence.”

-St. John Paul II-

A Note From Chaplain

BELAJAR DARI UMAT (3)

Sebagai seorang imam yang sudah 20 tahun bekerja, saya banyak belajar dari umat yang saya layani. Mereka menjadi guru kehidupan bagi saya. Mereka memberi pemahaman tentang hidup, yang tidak begitu saja jelas dari bangku kuliah. Saya mencoba untuk menuliskan “kebijaksanaan hidup”  apa saja yang saya pelajari dari umat yang pernah atau sementara saya layani.

SEDERHANA ATAU HEMAT?

Kisah berikut ini tidak menunjuk kepada seseorang sebagai pribadi, tetapi sebagai rekonstruksi dari beberapa perilaku umat.

Sederhana

Namanya Joseph. Dia seorang guru SMA. Dia sangat berdedikasi dalam pekerjaannya. Pelajaran disiapkan dengan sangat baik. Meja kerjanya sangat rapih karena dia tidak menaruh barang selain yang berhubungan dengan pekerjaannya, kecuali salib kecil, jam dan botol minuman. 

Komputer laptopnya sangat cepat dan responsif. Bukan karena baru dan mahal tetapi karena programnya sangat sedikit. Tidak ada game, tidak ada aplikasi-aplikasi yang di luar pekerjaannya. Dan komputer itu sudah dipakai lebih dari 8 tahun. 

Pulang ke rumah dia mengendarai sepedamotor. Sangat bersih karena dia akan melap dengan kain sebelum dia pakai. Sesampai di rumah, dia akan bekerja tangan mengurus kebun, ayam piaraan dan kolam. Jam 5 sore akan kembali bekerja karena di paroki dia selalu menjadi bendahara. Di Desa, dia juga menjadi bendahara karena terkenal sangat jujur dan laporannya rapih. Selain itu dia juga menjadi katekis dan prodiakon. Dia suka mengajar. Anak-anak sekolah sering datang ke rumah karena dia guru matematika, dan ia tidak pelit untuk berbagi ilmu.

Rumahnya tiga kamar. Ruang tamunya walaupun tidak besar tetapi terasa lapang dan sangat rapih karena tidak memiliki banyak barang. Kalau ada tamu datang dia akan menyuguhi teh hangat. Hiburan di rumah cuma TV. Setelah jam 9 biasanya dia bersih-bersih diri dan akan nonton TV dengan istrinya. Kadang-kadang istrinya cerita tentang pengalaman hari itu. Tetapi kebanyakan mereka diam-diam saja. Kadang-kadang istrinya tidur di pangkuannya sambil baca buku. 

Dia baru sekali ke luar negeri, yaitu berziarah ke Lourdes. Saat libur dia kebanyakan cukup pergi ke daerah wisata dekat rumahnya. “Yang penting bukan jauhnya, tetapi kita bisa menikmati waktu” katanya. Dia tidak pernah atau tidak tahu mencari tiket yang murah.  Walau gajinya tidak banyak, tetapi dia merasa berkecukupan. Karena memang tidak banyak keinginan dan kebutuhannya. Dan ketika ada yang perlu ditolong, dia menyumbang cukup besar. Setiap bulan lebih dari 10% pendapatannya disisihkan untuk menolong sesama.

Saya merasa orang semacam Joseph inilah yang dipuji Kitab Suci, berbahagialah yang miskin di hadapan Allah, berbahagialah yang suci hatinya (Bdk. Matius 5:3.8)

Hemat

Antonius tahu benar mengatur uang. Dia bisa berlibur ke Singapore, Thailand, dan Sydney hanya dengan tiket seharga $ 600 dolar. Dia tahu caranya berhemat. Maka dia pernah pergi ke penjuru dunia dalam liburannya. Rumahnya penuh barang karena membeli banyak lebih murah dibandingkan dengan membeli sedikit. Setiap kali ada kata discount, dadanya berdegub dan ingin membeli. Ruang tamunya terasa sempit dan menghimpit, karena perabotnya besar-besar. Dia selalu pulang membawa cenderamata dari banyak belahan dunia sehingga lemarinya tidak mampu menyimpannya. Belum lagi koleksi sepatu dan jam tangannya.

Dia tahu banyak restaurant. Dan tahu bagaimana caranya mendapatkan discount. Aplikasi untuk mendapatkan tempat tinggal yang murah. Hand phonenya yang canggih menjadi lemot karena dia menjadi anggota begitu banyak WA group. 

Antonius banyak membantu saya, terutama saat ingin membeli barang atau bepergian. Dia tahu the best price. 

Discern 

Dari umat saya bisa belajar untuk discern, atau memilah-milah dan membeda-bedakan. Bahwa ternyata bersikap sederhana berbeda dengan bersikap hemat. Orang sederhana datangnya dari dorongan hati. Memang tidak ada banyak keinginan dari hatinya. Belajar dari saudara yang beragama Budha, keinginan adalah sumber dari sengsara. Orang yang sederhana umumnya bersikap, non multa sed multum. Bukan banyaknya hal yang dia kerjakan tetapi kedalaman dan kesungguhan hatinya dalam melakukan tindakannya. Atau mereka sering mengatakan, “Melakukan hal biasa dengan cara yang istimewa”. Karena tidak banyak keinginannya, maka uangnya cukup dan dia tidak perlu berhemat. . Saya merasa orang semacam Joseph inilah yang dipuji Kitab Suci, berbahagialah yang miskin di hadapan Allah, berbahagialah yang suci hatinya (Bdk. Matius 5:3.8)

Orang yang hemat,  bisa menikmati banyak hal dengan cara yang efektif sekali. Umumnya mereka memiliki banyak pengalaman dan perbandingan. Mereka biasanya memiliki pengalaman bepergian ke banyak tempat, dan tahu menikmati hidup. 

Mana yang lebih baik?

Saya tentu tidak dalam posisi menilai apalagi menghakimi. Saya hanya belajar untuk membedakannya. Dua-duanya memiliki keunggulannya sendiri. Apakah kita bisa menggabungkan kedua-duanya? Tentu tidak mudah untuk menggabungkan kedua-duanya, karena nilai yang diyakini seringkali tidak seiring bahkan bertentangan. Kalau saya boleh memilih, saya lebih suka memiliki hati yang sederhana. Saya kadang memohon kepada Tuhan supaya dianugerahi sebuah hati yang sederhana.  

Namun jika ada yang mampu untuk menggabungkan, maka dia menjadi orang yang sangat efektif dan sekaligus efisien. 

Saudaramu dalam Tuhan,
Pst. Petrus Suroto MSC

Misa 1000 Hari

CIC diundang untuk menghadiri Perayaan Ekaristi yang akan dipersembahkan untuk mendoakan 1000 hari berpulangnya Rm. A.M. Ardi Handojo Seno SJ yang akan dilaksanakan di Our Lady of the Way Parish, St. Mary’s Church 264 Miller St, North Sydney, NSW 2060 pada hari Jumat 14 Februari 2020, pada jam 12.00. Mass celebrants: Fr. Andrew Bullens SJ, dan Fr. Daven Day SJ. All welcome. RSVP selambatanya  2nd February 2020, kepada Selvy 0401 526 588 (Untuk Kensington) dan Lanny 0402 090 289 (untuk Enmore dan lain-lain). 

Chaplain Anda Ke Indonesia

Tanggal 29 Januari – 18 Februari, chaplain anda ke Indonesia. Tujuannya untuk Retret Tahunan, berlibur mengunjungi orangtua dan memberkati perkawinan keponakan yang menikah. Untuk pengetahuan Umat, Chaplain CIC -seperti skilled worker pada umumnya, wajib berlibur 4 Minggu dalam setahun plus 8 hari retret. Selama Chaplain tidak ada, pelayanan akan dilaksanakan oleh Fr. Aloysius Lamere MSC. 

Rosary Is Back – 2020

  • Posts

Rosary Thursday is back! 🙏🏻 The first Rosary this year will be held tonight! Come and join us in worship and prayer. Worship will start at 7 pm (7.10 pm latest). See you all there! 🙋🏻‍♀️🧡

Pray For Australia

In Australia, bushfires have been burning down hundreds of homes and farms since August 2019, and it is still on fire until today! Over 6 million hectares of Australian land has been burned, and the death toll keeps increasing. 😥

But we can do something to help them!
If you want to show your support by making a donation, here are some links to the local state fire services:

NSW RURAL FIRE SERVICES:
https://quickweb.westpac.com.au/OnlinePaymentServlet?cd_community=NSWRFS&cd_currency=AUD&cd_supplier_business=DONATIONS&action=EnterDetails

QLD FIRE AND RESCUE:
http://givit.org.au/

SA COUNTRY FIRE SERVICE:
https://cfsfoundation.org.au/donate

VIC COUNTRY FIRE AUTHORITY:
https://www.cfa.vic.gov.au/about/supporting-cfa

WESTERN AUSTRALIA:
https://www.dfes.wa.gov.au/contactus/pages/generalenquiries.aspx

Please help our community in every way, donations from the links above, or even through prayers! Remember, every little help counts!
Let’s help for a better Australia! 🙏🏻

CIC Christmas 2019

  • Posts

It’s almost that time of the year to celebrate the birth of our savior Jesus Christ. Let’s celebrate Christmas together in prayer. Join us for Christmas Eve Mass, Tuesday 9pm at OLR Kensington and Christmas Mass, Thursday 2pm at St Mary’s Cathedral.

A Note From Chaplain

TANDA DARI SURGA

Belajar dari Pater Jules Chevalier

Pater Jules Chevalier adalah seorang imam di paroki St. Cyr di Kota kecil Issoudun, Prancis. Sejak di Seminari dia merefleksikan situasi manusia. Dan dia menemukan bahwa situasi zaman pada zamannya, Perancis, di tahun 1850-an, diwarnai dengan fenomena egoisme dan indeferentisme. Indeferentisme yang dimaksud adalah sikap acuh tak acuh dan dingin kepada Tuhan. Orang tidak tertarik kepada ajaran Tuhan dan cenderung mengikuti pemikiran liberalisme.

Dia percaya bahwa ada harta yang terdalam dalam Hati Kudus. “Seperti kita ketahui, Hati Kudus adalah obat yang mampu mengubah dunia ini selamat”. Dengan menggunakan senjata ini, yakni Hati Kudus, para missionaris hendaklah melawan liberalisme. Menghadapi kekerasan hati kaum liberal adalah dengan senjata kelemah lembutan dan kerendahan hati. Dia tergerak untuk mendirikan Tarekat (kelompok religius) dan asosiasi awam yang dibaktikan kepada Hati Kudus Yesus. Tarekat itu akan menggunakan senjata Hati Kudus Yesus, untuk menghadapi keangkuhan kaum liberal. Hati Kudus yang penuh kerendahan hati dan kelemahlembutan akan menjadi senjata untuk memerangi situasi zamannya.

Maka dia menginginkan tanda dari surga apakah niatnya juga menjadi kehendak Tuhan atau tidak. Maka dengan sahabatnya, P. Maugenest, mereka berdua memulai novena. Untuk meminta tanda dari Surga. Dia peraya bahwa “Jika Tuhan menghendaki karya Hati Kudus, karya tersebut akan berhasil walaupun berbagai kesulitan yang amat besar menghadang. Yang penting kita yakin bahwa ini merupakan kehendak Tuhan. 

Pada tanggal 8 Desember 1854, pada hari kesembilan novena, ada umat yang datang memberikan donasi kepadanya yang jumlahnya cukup besar.  Donasi itu dijadikan oleh Chevalier, sebagai pertanda persetujuan dari Surga untuk merestui niatnya untuk mendirikan tarekat. Pada tahun berikutnya, dia memulai masa novisiatnya untuk menjadi biarawan MSC. Dan Tuhan telah, sedang dan akan memakai tarekat MSC untuk karya misi sampai ke ujung dunia. Kini Tarekat MSC yang lahir pada tanggal 8 Desember 1854 telah membuka banyak Keuskupan baru dan hadir di lebih dari 40 negara. CIC adalah salah satunya yang digembalakan oleh Pastor-pastor MSC. 

Pernahkan anda mencari tanda dari Surga?

Mencari Tanda dari Surga juga biasa dilakukan oleh banyak orang, termasuk anda. Waktu saya menjalani pembinaan di Seminari Menengah St. Petrus Canisius Magelang, kami memiliki tradisi pulang ke rumah jalan kaki  saat diterima di salah satu lembaga hidup bakti. Saya juga menjalaninya, berjalan kaki dari SMA ke rumah. Saya berdoa, Tuhan berikan petunjuk-Mu, kalau saya bisa pulang ke rumah tanpa halangan, berarti saya Engkau panggil menjadi imam. Jika ada halangan atau saya tidak kuat jalan kaki, mungkin bukan panggilan saya. Ternyata saya bisa pulang dengan selamat. Dan itu saya jadikan tanda bahwa menjadi imam adalah panggilan hidup saya dan saya jalani sampai sekarang.

Keputusan-keputusan Besar

Kita pasti juga pernah membuat keputusan-keputusan besar. Keputusan-keputusan itu sangat mempengaruhi hidup kita. Hidup kita tidak akan sama lagi dengan pilihan yang kita ambil. Misalnya akan menikah dengan siapa, tinggal di mana, profesi yang saya pilih, mengambil hutang di bank untuk membuka usaha, dan lain-lain. Keputusan-keputusan besar itu membutuhkan campur tangan Tuhan karena kita percaya kalau kita melakukannya sesuai kehendak Tuhan, maka bukan hanya kita saja yagn bekerja. Tuhan juga akan menyertai kita.

Mencari tanda itu bisa dilakukan dengan doa hening, doa novena atau proses discernment. Kita membuka hati kepada kehendak Tuhan dan nanti seperti ada keyakinan yang kuat di dalam hati tentang apa yang hendak kita lakukan.

“Serahkanlah dirimu kepada Tuhan, dan percayalah kepada-Nya, maka Tuhan akan bertindak” (Mz 37:5). 

Saudaramu dalam Tuhan,
Fr. Petrus Suroto MSC 

 

A Note From Chaplain

Aku Percaya 

Para saudara, kita bersaudara karena kita diikat oleh hal yang sama, kita sama-sama percaya akan Allah. Dalam artikel kali ini mari kita merenungkan kepercayaan kita.

Allah yang Menyapa

Kita percaya kepada Tuhan, karena dia memanggil kita. Allah yang telah memanggil dan kita terlebih dahulu. Allah menyapa kita dengan berbagai cara yang membuat kita mengarahkan diri kepada-Nya. Allah menyapa dan menyingkapkan diri dengan berbagai macam cara. Saya menyebut beberapa di antaranya. Lewat tanda-tanda alam. Tedy, satu hari, mengungkapkan keheranannya. “Dari kecil saya makan ikan cakalang hampir setiap hari. Sekarang saya sudah umur 40 tahun, dan ikan cakalang tidak menjadi habis. Siapa yang mengatur lautan hingga seperti ini?” Rasa kagum seperti ini mengarahkan kita kepada Tuhan. Allah juga menyapa kita lewat orang-orang lain, misalnya dari orangtua kita yang mengantar kita kepada doa-doa pribadi. Teman dan sahabat kita yang menceritakan Yesus dan mengundang kita berdoa. Dan yang lain, lewat Kitab Suci. Lewat Kitab Suci kita akan mengetahui Sabda Tuhan yang mengundang kita untuk mendekat kepada-Nya.

Iman adalah Jawaban Kita 

Terhadap Allah yang mengundang kita, kita menanggapi. Tanggapan kita itu adalah kepercayaan atau iman kita. Iman adalah sambutan manusia terhadap pernyataan diri Allah. Beriman berarti ktia membuka hati kepada Allah, dan kita menempatkan Allah di dalam pusat kehidupan kita. Ketika kita beriman, kita tidak lagi sendirian tetapi hidup bersama dengan Allah, mendengarkan bisikan kehendakkNya.

Menghidupi Iman

Minggu lalu saya menghadiri gathering dengan para babtisan baru dan para guru-guru agama di Komunitas Indonesia di Sydney. Saya diminta untuk sedikit berbicara, apa yang harus mereka lakukan setelah babtisan. Ya, setelah beriman kita harus melakukan apa? Secara tradisional setelah dipermandikan kita melakukan tiga hal ini:, lex orandi, lex credendi, lex vivendi.

Lex Credendi. Menjadi katholik bukan sekedar sebuah identitas. Kita harus menghidupi iman kita. Iman kita jadikan pemandu bagi hidup kita. Lex Orandi. Tanda bahwa kita beriman adalah kita berdoa. Berdoa dalam arti kita ikut serta secar aktif di dalam Ibadat bersama seperti Ekaristi hari Minggu, dan doa-doa pribadi. Namun lebih dari itu, dia selalu menghayati akan kehadiran Allah. Allah hadir terus menerus di dalam hidup kita. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung Aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu atasku (Mz 139:1-2). Lex Vivendi. Iman harus dinampakkan dalam perbuatan (Bdk. Yakobus 2:14-26). Iman dan doa kita harus nampak di dalam perbuatan kita yang baik.Maka sebagai orang beriman kita harus menghdiupi ajaran-ajaran moral Katholik. Secara ringkas, Sebagaimana orang beriman, demikianlah dia akan berdoa dan beribadat dan hidup seturut imannya akan Allah. 

Tantangan Iman 

Sepanjang segala zaman, iman akan selalu mendapatkan tantangan dalam berbagai bentuk. Tantangan itu tentu dapat menggoyahkan hidup beriman kita. Namun hendaknya selalu disadari iman memang selalu dalam pencarian, pertanyaan dan pergumulan dengan Allah. “Äku percaya. Tolonglah aku yang kurang percaya ” (Mrk 9:24). 

Saudaramu dalam Tuhan,
Fr. Petrus Suroto msc

 

Last SPJ Indonesian Mass 2019

  • Posts

This Saturday will be our last Indonesian mass at SPJ of the year. We have a special Christmas performance from our children liturgy kids, P3G and amazing prizes to be won! Let’s celebrate advent together before the year ends.

A Note From Chaplain

MASA ADVEN

Para saudara, tidak terasa, kita sudah memasuki masa Adven……

Adven berasal dari latin, adventus yang berarti kedatangan. Pada  masa adven ini kita menantikan datangnya Tuhan sang Mesias. Kedatangan itu bukan hanya kelahiran-Nya di kandang Betlehem, tetapi juga kedatangan Yesus untuk kedua kalinya, yang datang sebagai hakim untuk segala bangsa. 

Itulah sebabnya Bunda Gereja mengajarkan, selain sikap gembira dalam menyambutnya, juga perlu membangun sikap tobat dalam memasuki masa Adven. 

Sikap yang dianjurkan adalah sikap berjaga-jaga. (Mat 22:44). Tetapi apakah maksudnya berjaga-jaga? Apakah kita tidak berbuat apa-apa? Sikap berjaga-jaga bisa dipadankan dengan seorang istri yang menunggu suaminya yang akan datang dari tempat yang jauh. Berjaga-jaga itu dilandasi oleh sikap cinta dan pengharapan akan datangnya sang kekasih. Tetapi  si istri tentu tidak diam saja. Dia akan membersihkan rumah, merapikan rumah, menyiapkan makanan sehingga saat suami datang, suaminya mendapatkan rumah yang bersih dan indah. Ketika si istri bekerja menjaga agar rumah tetap bersih, hatinya selalu diliputi dengan cinta dan pengharapan.

Sikap berjaga-jaga bukanlah sikap sedih dan murung. Tetapi memiliki tiga suasana ini. Satu: Membuka hati.  Kita senantiasa menyediakan ruang kosong untuk Tuhan di dalam hati kita lewat sikap terbuka. Kita membiarkan diri kita untuk kagum atas perbuatan dan karya Tuhan. Dua: Berdoa terus menerus:  artinya dalam setiap apa yang kita lakukan kita senantiasa menjalin relasi dengan Tuhan. Dan, tiga, discerment atau membeda-bedakan. Kita menjaga hati dan pikiran kita dengan memilih apa yang kita pikirkan dan kerjakan. Jangan hati kita dipandu oleh sikap-sikao kegelapan: pesta pora, kemabukan, percabulan, perselisiihan dan iri hati. Namun mendengarkan bisikan-bisikan Tuhan dalam hati kita atau lewat mendengarkan sabda Tuhan.

Secara ringkas: Masa Adven adalah  masa untuk mempersiapkan datangnya Tuhan Yesus. Warna adven adalah pengharapan. Walaupun tidak setegas masa Prapaskah, tetapi Adven juga menjadi masa pertobatan. Maka di tengah menyambut meriahnya perayaan Natal, kita perlu mencari waktu-waktu tenang, masuk ke dalam diri dan masuk ke kedalaman diri untuk memaknai adven lewat doa pribadi, penyangkalan diri, kerja dan kemurahan hati kepada kaum miskin.

Semoga masa adven ini menjadi masa yang penuh makna untuk menyambut Tuhan. 

Saudaramu dalam Tuhan,
Fr. Petrus Suroto MSC 

Pengumuman Perkawinan

Christopher Devi Arianto (Catholic) dengan Catherine Yenni Lo (Catholic). Pontianak (3). 

 

Play, Pray & Praise God (P3G) Nov 2019

𝐄𝐕𝐎𝐋𝐕𝐄
[e•volve | /ɪˈvɒlv/]
(v.) to develop gradually, or to cause something or someone to develop gradually

Let’s evolve together! Develop our faith and grow with Him through scripture, service, prayer, and WORSHIP!

CIC SPJ presents: mini PRAISE & WORSHIP NIGHT!
Come to our very first praise & worship night session next Thursday 28 November 2019!
From 7-8pm.
Enter from Sussex street.

Let’s Level Up! Let’s EVOLVE!

Venue: SPJ Hall
Contact:Harry Liong (0425918925)