Home

A Note From Chaplain

LATIHAN ROHANI DI MASA PRAPASKAH

Satu hari saya melihat seorang bucher yang sementara bekerja. Dia bekerja mempergunakan pisau, yang tidak besar tetapi tajam sekali. Dia bisa memotong daging dengan sangat rapih. Dia bekerja dengan sangat cepat. Saya tidak melihat butcher tadi mengasah pisau, tetapi saya yakin dia pasti rajin mengasah pisau setajam itu sehingga bisa bekerja dengan cepat dan rapih.

Pisau harus diasah. Demikian juga naluri rohani kita juga harus diasah supaya menjadi tajam. Kita masuk dalam masa prapaskah. Gereja  memberi waktu kepada kita untuk “mengasah pisau” kita. Dan masa itu dibuka dengan dengan penandaan abu di dahi kita.

Penandaan abu mengingatkan kita bahwa tubuh jasmani kita suatu saat akan hancur dan hilang. Namun roh kita tetap abadi. Maka kita harus merenungkan pentingnya kehidupan rohani. Dan kemudian ditambahkan dengan frase, “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil”. Bertobat berarti mengarahkan dan hidup yang baik sesuai dengan kehendak Tuhan. Dan percaya kepada Injil berarti membuka diri kepada rencana keselamatan Allah yang diberikan kepada kita, dan kita menjalani sikap-sikap Kerajaan Allah dengan mengikuti ajaran-ajaran Tuhan Yesus.

Kita juga diaajak untuk menyadari dosa dan kelemahan kita. Bahkan lebih dari itu kita diajak menyadari bahwa dosa kita ini berdimensi sosial juga. Misalnya di Jakarta pernah ada kejadiah kecil tetapi dampaknya panjang. Di salah satu misa pagi, ada umat yang membawa tas plastik warna hitam. Selesai misa dia lupa membawa tas itu dan tertinggal di bawah bangku gereja. Ketika diketahui, regu polisi didatangkan. Walaupaun segera diketahui bahwa tas itu sama sekali bukan bom, tetapi berita bahwa di gereja ada bom sudah terlanjur tersebar dari mulut ke mulut dan mengakibatkan jumlah orang yang ke Gereja berkurang. Kelupaan tas sebenarnya dosa kecil, atau oblivio (kelalaian), tetapi lihat, dampaknya ternyata besar sekali.

Maka Gereja mengajak kita untuk melakukan laku silih untuk memohon ampun atas dosa dan kelemahan kita, namun juga untuk melatih diri untuk menghidupi laku hidup yang baik sebagai orang kristiani. Yang ditunjukkan oleh Gereja sebagai berikut: (lihat surat masa prapaskah dari Bishop Anthony Fisher):

  1. Pantang (abstinence) dari makan daging dan berpuasa yang harus dilaksanakan pada hari Rabu abu dan Jumat Agung. Semua yang sudah berusia genap 18 tahun dan belum mencapai 60 tahun wajib berpuasa. Semua yang sudah genap berusia 14 tahun wajib untuk melakukan pantang.
  2. Pada semua Jumat yang lain termasuk hari-hari Jumat dalam masa Prapaskah, hukum untuk melakukan silih dipenuhi jika melakukan satu dari hal berikut:
    1. Doa-misalnya menghadiri misa, doa dalam keluarga, visitasi (untuk berdoa) ke kapel atau Gereja, membaca Kitab Suci, berdoa jalan salib, doa rosario.
    2. Penyangkalan diri (self-denial) – misalnya tidak mengkonsumsi daging, makanan manis atau dessert, menghindari hiburan sehingga waktu lebih banyak untuk keluarga, mengurangi makanan dan minuman sehingga bisa memberi kepada orang-orang senegaranya, membatasi sosial media, smartphone atau televisi.
    3. Membantu sesama-misalnya dengan memberi perhatikan khusus kepada orang miskin, sakit, orangtua, kesepian atau yang berbeban berat. 
    4. Untuk di CIC, kita juga menyediakan amplop aksi puasa, yang jika sudah terkumpul akan kita masukkan ke kas sosial sehigga saat ada yang membutuhkan, terutama yang di Indonesia,  kita bisa membantu. Misalnya kita pernah membantu bush fire atau korban pemboman Gereja.

Selain itu umat juga wajib untuk menyambut komuni setidaknya satu kali dalam setahun antara Rabu Abu sampai hari Raya Tritungggal Mahakudus, 7 June 2020. Semua orang beriman wajib untuk mengakukan dosa berat minimal setahun sekali.

Selamat memasuki masa pertobatan, semoga latihan rohani kita membuahkan banyak rahmat.

Saudaramu dalam Tuhan,
Fr. Petrus Suroto MSC

Coronavirus

Kita tahu bahwa corona virus telah menimbulkan banyak keresahan. Dan virus bisa menyebar dengan media bermacam-macam. Kontak dengan orang lain yang mengidap corona, dan lain-lain. Kekawatiran itu ada, maka kita perlu memperhatikan secara serius dan bersikap hati-hati. 

Sampai saat ini belum ada surat dari Keuskupan yang mengatur hal ini. Namun beberapa hal ini bisa dipertimbangkan. a). Untuk sementara, komuni Jumat Pertama yang menggunakan dua rupa (roti dan anggur) akan menjadi satu, hosti saja tanpa anggur. b). Komuni dianjurkan dengan tangan (bukan dengan lidah). Tetapi ini hanya anjuran. c). Saat Jumat Agung nanti, hanya pastor yang mencium salib. Yang lain cukup menyentuh dengan tangan. d). Hal lain diserahkan kepada masing-masing pribadi seperti saat salam damai mau berjabat tangan atau cukup menundukkan kepala, saat Bapa Kami akan bergandengan tangan atau tidak. Yang penting jika teman sebelahmu menolak diajak jabat tangan saat salam damai atau menolak bergandengan tangan. kita tidak usah merasa tersinggung. 

A Note From Chaplain

SIKAP LENGKET

Suatu hari saya mendapatkan pesan WA dari umat yang sudah senior, yang baru saja merayakan 50 tahun perkawinan. “Melupakan kesuksesan adalah kunci kebahagiaan.”  Kalimat ini tertinggal lama dihatiku.

Ya, kadang kita begitu lekat kepada pengalaman kesuksesan. Rm. Alex Dirdjo dalam buku kecilnya “Dyana:memetik buah-buah meditasi (Kanisius 2012), menulis bahwa segala macam kelengketan atau sikap lekat, lambat laun akan memadamkan seri kebahagiaan di hati.

Apa yang sering membuat kita lengket? Kita biasanya lengket pada sesuatu yang biasanya baik seperti sahabat-sahabat, pekerjaan, nama baik atau reputasi. Apa yang salah kalau kita terlalu lengket dengan hal-hal baik itu? Kita menjadi kurang bisa menangkap keindahan yang sekarang ini dan di tempat ini. Misalnya ada orang yang selalu mengingat sahabat baiknya yang sekarang berada di luar negeri. Kerinduan pada sahabat baiknya membuatnya tidak menikmati pekerjaannya sekarang ini.

Saya tidak mengatakan bahwa kita tidak boleh bangga dengan hal-hal baik di masa lalu. Yang tidak tepat adalah kalau kita terlalu lekat. Memory yang indah itu seperti foto pacar yang disimpan di dompet. Sesekali dilihat itu sangat baik karena menyemangati. Tetapi selalu melihat fotonya? Bisa membuat kita nabra-nabrak sewaktu berjalan. Pandanglah fotonya sesekali saja.

Anehnya kita kadang suka lengket kepada perasaan-perasaan negative. Ada orang yang lengket dengan rasa sakit hati, dendam, kecewa, atau iri hati. Dan kita tidak bisa melepaskan perasaan-perasaan negative itu.

Tidaklah manusiwai kalau kita tidak memiliki perasaan negative. Hidup kita pastilah pernah dan bahkan sering mengalami kekecewaan, iri hati, sakit hati dan sejenisnya. Rasakan itu tetapi juga lepaskanlah. Biarkan dia pergi. Dan jangan kita lengket dengan perasaan-perasaan itu.

Sementara menulis  artikel ini, lewat dan membawakanku sebotol air mineral, seorang pastor senior. Dia tersenyum dan menyodorkan air, “yang haus-yang haus” sambil tertawa lebar. Di masa lalu, dia orang hebat. Studi di Australia dan Filipina, dia telah banyak memberi retret untuk imam-imam dan suster-suster. Jabatan pastor kepala di paroki-paroki besar di Jakarta dan Jawa Tengah, pernah menjadi provincial dan superior, menjadi missionaris di luar negeri. Tapi kini, di usia tua, dia dengan sangat bebas menjadi pengurus rumah  tua. Dia menyiram bunga, melap daun-daun tanaman hias, ngepel lantai dan setrika dengan wajah berseri-seri. Sebenarnya dia paling tua di dalam ruamah tua itu, tetapi dia yang paling sehat. Karena dia tidak lengket dengan sukses masa lalu dia sangat peka dengan keindahan-keindahan kini dan di sini. Dahan-dahan yang ditiup angin, bunga-bunga, orang-rang yang berpapasan saat dia berbelanja di toko.

William Feather berkata, orang bijak mencari kegembiraan kecil-kecil yang ada di mana-mana karena sadar bahwa kegembiraan besar sedikit jumlahnya dan jarang muncul. Teman yang tersenyun sambil melambaikan tangan, keteduhan kolam yang luas, bunga-bunga indah di kejauhan, sudah  akan memberi kebahagiaan.

Saudaramu dalam Tuhan,
Pst. Petrus Suroto MSC

A Note From Chaplain

Mendengarkan

“Jika engkau  rela mendengarkan, maka engkau akan belajar, dan kalau kau condongkan telinga pasti akan menjadi bijaksana.”
Sirakh 6:33

Pingkan, Ibu berusia 45 tahun itu pulang dari kantor dengan hati kesal. Sesampai di rumah, dia melihat suaminya sedang baca koran. “Baca apa?”, sapanya basa-basi. Suaminya tanpa memalingkan wajahnya dari koran menjawab, “Sport”. Pingkan bertambah kesal. Hati kecilnya ingin agar suaminya minimal menurunkan koran dan menyapanya; lebih jauh dia bisa mengadu kepada sang Suami. Tetapi ternyata suaminya lebih suka koran dari pada dirinya. Sambil menyiapkan makan, dia merasa kemarahan membakar hatinya. Mengapa dia harus merawat dan melayani suami…..

Mendengarkan adalah kemampuan yang penting. Ingat bahwa anak yang tidak didengarkan akan cenderung nakal untuk mencari perhatian. Langkah-langkah berikut ini dianjurkan:

  1. Jika anggota keluarga berbicara kepada anda, turunkanlah apa saja yang anda pegang, seperti koran, hp, blackberry, dan lain-lain. Tataplah mata yang berbicara pada anda dengan tatapan yang lembut, seakan-akan tidak ada yang lebih penting dari dia yang berbicara kepada anda.
  2. Ingatlah bahwa manusia lebih penting dari pekerjaan. Jangan sampai kehilangan saat-saat bahagia bersama anggota keluarga.
  3. Jika ada sesuatu yang tidak bisa anda hentikan: misalnya pekerjaan atau telpon penting, minta permisi, misalnya “Papa telpon bentar ya…”. Ada oragngtua yang telpon sambil mengelus-elus kepala anaknya. Hal ini bagus sekali.
  4. Bicaralah dengan nada rendah dan volume sedang. Supaya yang berbicara dengan anda merasa nyaman. Suara dengan nada yang tinggi cenderung memaancing kejengkelan.

AKTIVITAS KELUARGA

Lakukan aktivitas ini di keluarga anda. 

Misi Rahasia

Dalam sebuah pertemuan keluarga, setiap anggota keluarga diminta untuk menuliskan kegiatan khusus yang akan dibuat di rumah pada sebuah amplop tertutup. Amplop itu kemudian disegel dan disimpan. Beri waktu seminggu kepada setiap anggota keluarga untuk melaksanakan misi rahasianya. Misalnya: akan menyapa terlebih dahulu kepada tiap anggota keluarga, mau menyapu halaman, memangkas rumput, vacum lantai dll. Pada minggu berikutnya, setiap anggota keluarga diminta menebak apa misi rahasia yang dilakukan oleh salah satu anggota keluarga. Hitunglah berapa jumlah yang mengatakan misi itu (menurut mereka) dan cocokkan dengan yang tertulis di amplop pada minggu sebelumnya. Yang cocok dengan yang tertulis di amplop dan yang paling banyak mengatakan dari semua anggota keluarga menang dan mendapat hadiah. Aktivitas ini meningkatkan perhatian satu dengan yang lain. 

Saudaramu dalam Tuhan,
Pst. Petrus Suroto MSC

 

Play, Pray & Praise God (P3G) Feb 2020

 IT LOVE? (part-B)
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Who remembered the first part of IS IT LOVE two weeks ago? 🙋🏻‍♀️🙋🏻‍♂️
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Join us for the SECOND part of IS IT LOVE in our Play Pray and Praise God session (P3G) this Saturday to understand more about the Theology of the Body brought to you by Marius Hiu & Nia Adhi! Don’t forget to prepare your questions for discussions! ⠀⠀⠀⠀⠀⠀
“The human body includes right from the beginning… the capacity of expressing love, that love in which the person becomes a gift – and by means of this gift – fulfills the meaning of his being and existence.”
-St. John Paul II-

A Note From Chaplain

BELAJAR DARI UMAT (4)

Sebagai seorang imam yang sudah 20 tahun bekerja, saya banyak belajar dari umat yang saya layani. Mereka menjadi guru kehidupan bagi saya. Mereka memberi pemahaman tentang hidup, yang tidak begitu saja jelas dari bangku kuliah. Saya mencoba untuk menuliskan “kebijaksanaan hidup”  apa saja yang saya pelajari dari umat yang pernah atau sementara saya layani.

 

KESULITAN BESAR

Umat berikut ini tidak menunjuk kepada pribadi tertentu tetapi rekonstruksi dari pengalaman banyak umat yang saya temui.

Bahagia saya berteman dengan -sebut saja namanya Harjadi. Sebenarnya dia kurang beruntung karena orangtuanya hanya menjadi Penjaga Sekolah: pesuruh, merawat kebersihan sekolah. Gaji orangtuanya sangatlah kecil. Tidaklah cukup untuk menyekolahkan keenam anaknya. 

Harjadi berjualan es. Di awal tahun 80-an, berjualan es berarti mengambil termos es dari juragan es, dan kemudian berjalan berkeliling kampung menjajakan es. Dia harus mengembalikan hasil jualan kepada juragan dengan sedikit mendapatkan upah dari es yang terjual. 

Naas hari itu. Saat berjalan, termos esnya jatuh dan kacanya pecah berkeping-keping. Dia sangat takut: takut disuruh mengganti termos dan pastilah dia tidak bisa memberikan uang ganti termos es itu. Dia stress, takut, menangis. Namun dia menghadapinya. Dan dia berhasil mengatasi masalah itu.

Harjadi, walau orangtuanya kurang mampu bisa bersekolah di ITB. Selepas kerja dia bekerja di sebuah pabrik jamur yang dipasarkan ke USA. USA sangat demanding dalam kwalitas: misalnya kadar air dan masalah tehnis lainnya. Pernah dia didemo oleh hampir 2000 karyawannya. Namun dia bisa menghadapi dengan tenang. Dia berhasil membantu biaya pendidikan adik-adiknya. Dari keenam adik-adiknya, ada yang  menjadi wartawan, manager, dosen dan pastor. 

Pernah saya bertanya kepadanya: mengapa anda bisa menghadapi berbagai masalah dengan tenang. Dia menjawab: saya pernah mengalami kesulitan yang sangat besar yaitu saat kecil, termos es yang pecah berantakan. Saya ketakutan, tetapi ternyata bisa diselesaikan. Sejak saat itu tidak pernah ada kesulitan yang lebih besar dari termos es yang pecah. Saya tahu saya mampu dan seperti ada tangan yang tidak kelihatan yang selalu menuntun saya. 

Para saudara, pernahkan anda mengalami kesulitan yang sangat besar? Kesulitan yang sangat besar itu sering menjadi guru kehidupan bagi kita. Kita menjadi tahu dan belajar. 

Dalam pembinaan calon imam, ada program yang namanya peregrinasi atau pengembaraan. Mereka selama waktu tertentu, misalnya 10 hari, diminta untuk berjalan tanpa bekal. Dan mereka akan mengalami hal-hal sulit, namun akhirnya mereka akan tahu bahwa tangan Tuhan senantiasa menyertai mereka. 

Kitapun sering diuji oleh Tuhan. Ujian-ujian kehidupan sering kita perlukan supaya kita menjadi lebih tangguh. Tuhan seringkali juga menguji diri kita supaya kita kuat. 

Pepatah mengatakan, “They have to be tested to draw out the best of them’’. 

Saudaramu dalam Tuhan,
Pst. Petrus Suroto MSC

 

A Note From Chaplain

RETRET

Para saudara, saat membaca artikel ini, saya akan sedang menjalani retret tahunan. Seorang pastor diiwajibkan oleh Kitab Hukum Kanonik untuk mengambil retret sekurangnya 8 hari dalam setahun.  Saya mengambil retret pribadi terbimbing, yang didampingi oleh Pastor senior Rm. Tarsisius Wignyosoemarto. Dalam tulisan ini saya ingin berbagai pengetahuan tentang apa itu retret.

Adapun artinya 

Retret berarti mengundurkan diri, menjauhkan diri dari kesibukan sehari-hari atau menyepi. Dengan retret, seseorang diharapkan bisa mengakrabi diri sendiri, banyak waktu untuk bercakap-cakap dengan Tuhan, menata diri berdasarkan jati dirinya. Dia juga dipandu untuk mengenali kembali apa yang menjadi tujuan sejati dari hidupnya.

Jenis-jenis Retret

Dalam Gereja Katholik ada berbagai jenis retret:

 

  • Seminar Retret/Preached Retret

 

Retret ini memiliki peserta yang sangat besar. Bisa sampai lebih dari 100 orang. Retret ini tidak dilengkapi dengan pembimbing untuk peserta karena jumlahnya yang besar. Refleksi-refleksi disampaikan oleh pembimbing berdasarkan pengolahan dirinya. Biasanya dibantu juga untuk pengakuan dosa. Retret CIC yang setiap tahun diadakan memiliki jenis ini.

 

  • Retret Setengah terbimbing

 

Retret ini memiliki peserta yang masih besar, tetapi tidak sebesar seminar retret. Umumnya mereka memiliki topik yang sudah ditentukan, misalnya persiapan kaul, persiapan kaul kekal, mencari pasangan hidup, retret luka batin dan lain-lain atau retret tahunan para imam dan biarawan-biarawati. Para peserta diminta untuk silentium magnum (menjaga ketenangan dengan tidak berbicara). Bahkan kadang tidak diperbolehkan memakai handphone. 

Bahan-bahan disampaiakn secara sistematis oleh pembimbing dan para peserta merenungkan bahan-bahan secara sistematis. Umumnya mereka merenungkan bahan-bahan 4 kali sehari masing-masing 1 jam, di kapel atau dikebun. Dan kemudian membuat catatan pribadi. Mereka diberi fasilitas untuk pengakuan dosa dan bahkan sharing antar peserta. Mereka juga bisa approach pembimbing untuk bimbingan pribadi. 

 

  • Retret Terbimbing Penuh

 

Retret ini pesertanya sangat terbatas, antara 1-5 orang. Mereka dituntut untuk silentium magnum (tidak berbicara sama sekali). Pembimbing yang berpengalaman memberi bahan secara sederhana, misalnya hanya 4 perikope Kitab Suci yang harus mereka renungkan secara pribadi. Mereka mengatur acara sendiri-sendiri. Makan dilakukan secara sendiri-sendiri dengan hening dan sebaiknya menghindari tatap mata antar peserta, supaya tetap fokus kepada Tuhan. Mereka secara pribadi merenung 4 kali dan kadang-kadang 5 kali renungan yang disebut meditasi, konsiderasi atau kontemplasi. Dan sering ada renungan ulangan. Kadang-kadang permenungan dibuat tengah malam atau pagi-pagi, sesuai dengan bahan renungan. 

Yang paling terkenal adalah Latihan Rohani St. Ignatius yang mengambil waktu 30 hari, atau 8 hari dengan dinamika yang sangat khas.

Peserta retret akan bertemu dengan pembimbing kira-kira 50 menit sehari. Dalam pertemuan itu peserta retret mesyeringkan buah-buah permenungan. Pembimbing akan memberi petunjuk tehnis, misalnya cara berdoa yang baik. Terutama jika retretan mengalami desolasi. Pembimbing akan mendengarkan dengan penuh perhatian sambil merenungkan, “Tuhan, apa yang Engkau kehendaki untuk saudaraku ini.” Pembimbing memberikan direksi dan peneguhan. Di akhir bimbingan, pembimbing akan memberikan bahan-bahan untuk direnungkan, misalnya perikop-perikop Kitab Suci. 

 

  • Retret Pribadi terbimbing

 

Retret jenis ini mirip dengan retret terbimbing penuh. Yang membedakan adalah dinamikanya sangat  tergantung dari peserta retret. Dari bimbingan pertama kemudian akan berkembang sesuai dengan bimbingan Roh Kudus. 

Retret saya kali ini memakai bentuk yang keempat. 

Para umat yang saya kasihi, kita saling mendoakan. Doakan saya juga supaya dapat mengolah hidup rohani dengan baik. Mohon maaf kalau waktu-waktu ini sampai retret berakhir, jika anda WA tidak saya balas. Mohon segala sesuatu dikonsultasikan dengan Pst. Alo Lamere atau Koordinator Dewan CIC. 

Saudaramu dalam Tuhan,
Pst. Petrus Suroto MSC

 

Play, Pray & Praise God (P3G) Jan 2020

IS IT LOVE? (part-A)

You are purposely made unique. You are preciously shaped by Him. Nothing on this planet has ever been more important in God’s heart than your life. Nobody will do for this world what you have been created to do and be. Let’s learn about God’s purpose in creating each of us so that we can learn to love our unique-self first before loving others.
See you this Saturday after mass at SPJ hall for part-A of this teaching to understand more about the Theology of the Body taught by St. John Paul II. “The human body includes right from the beginning… the capacity of expressing love, that love in which the person becomes a gift – and by means of this gift – fulfills the meaning of his being and existence.”

-St. John Paul II-

A Note From Chaplain

BELAJAR DARI UMAT (3)

Sebagai seorang imam yang sudah 20 tahun bekerja, saya banyak belajar dari umat yang saya layani. Mereka menjadi guru kehidupan bagi saya. Mereka memberi pemahaman tentang hidup, yang tidak begitu saja jelas dari bangku kuliah. Saya mencoba untuk menuliskan “kebijaksanaan hidup”  apa saja yang saya pelajari dari umat yang pernah atau sementara saya layani.

SEDERHANA ATAU HEMAT?

Kisah berikut ini tidak menunjuk kepada seseorang sebagai pribadi, tetapi sebagai rekonstruksi dari beberapa perilaku umat.

Sederhana

Namanya Joseph. Dia seorang guru SMA. Dia sangat berdedikasi dalam pekerjaannya. Pelajaran disiapkan dengan sangat baik. Meja kerjanya sangat rapih karena dia tidak menaruh barang selain yang berhubungan dengan pekerjaannya, kecuali salib kecil, jam dan botol minuman. 

Komputer laptopnya sangat cepat dan responsif. Bukan karena baru dan mahal tetapi karena programnya sangat sedikit. Tidak ada game, tidak ada aplikasi-aplikasi yang di luar pekerjaannya. Dan komputer itu sudah dipakai lebih dari 8 tahun. 

Pulang ke rumah dia mengendarai sepedamotor. Sangat bersih karena dia akan melap dengan kain sebelum dia pakai. Sesampai di rumah, dia akan bekerja tangan mengurus kebun, ayam piaraan dan kolam. Jam 5 sore akan kembali bekerja karena di paroki dia selalu menjadi bendahara. Di Desa, dia juga menjadi bendahara karena terkenal sangat jujur dan laporannya rapih. Selain itu dia juga menjadi katekis dan prodiakon. Dia suka mengajar. Anak-anak sekolah sering datang ke rumah karena dia guru matematika, dan ia tidak pelit untuk berbagi ilmu.

Rumahnya tiga kamar. Ruang tamunya walaupun tidak besar tetapi terasa lapang dan sangat rapih karena tidak memiliki banyak barang. Kalau ada tamu datang dia akan menyuguhi teh hangat. Hiburan di rumah cuma TV. Setelah jam 9 biasanya dia bersih-bersih diri dan akan nonton TV dengan istrinya. Kadang-kadang istrinya cerita tentang pengalaman hari itu. Tetapi kebanyakan mereka diam-diam saja. Kadang-kadang istrinya tidur di pangkuannya sambil baca buku. 

Dia baru sekali ke luar negeri, yaitu berziarah ke Lourdes. Saat libur dia kebanyakan cukup pergi ke daerah wisata dekat rumahnya. “Yang penting bukan jauhnya, tetapi kita bisa menikmati waktu” katanya. Dia tidak pernah atau tidak tahu mencari tiket yang murah.  Walau gajinya tidak banyak, tetapi dia merasa berkecukupan. Karena memang tidak banyak keinginan dan kebutuhannya. Dan ketika ada yang perlu ditolong, dia menyumbang cukup besar. Setiap bulan lebih dari 10% pendapatannya disisihkan untuk menolong sesama.

Saya merasa orang semacam Joseph inilah yang dipuji Kitab Suci, berbahagialah yang miskin di hadapan Allah, berbahagialah yang suci hatinya (Bdk. Matius 5:3.8)

Hemat

Antonius tahu benar mengatur uang. Dia bisa berlibur ke Singapore, Thailand, dan Sydney hanya dengan tiket seharga $ 600 dolar. Dia tahu caranya berhemat. Maka dia pernah pergi ke penjuru dunia dalam liburannya. Rumahnya penuh barang karena membeli banyak lebih murah dibandingkan dengan membeli sedikit. Setiap kali ada kata discount, dadanya berdegub dan ingin membeli. Ruang tamunya terasa sempit dan menghimpit, karena perabotnya besar-besar. Dia selalu pulang membawa cenderamata dari banyak belahan dunia sehingga lemarinya tidak mampu menyimpannya. Belum lagi koleksi sepatu dan jam tangannya.

Dia tahu banyak restaurant. Dan tahu bagaimana caranya mendapatkan discount. Aplikasi untuk mendapatkan tempat tinggal yang murah. Hand phonenya yang canggih menjadi lemot karena dia menjadi anggota begitu banyak WA group. 

Antonius banyak membantu saya, terutama saat ingin membeli barang atau bepergian. Dia tahu the best price. 

Discern 

Dari umat saya bisa belajar untuk discern, atau memilah-milah dan membeda-bedakan. Bahwa ternyata bersikap sederhana berbeda dengan bersikap hemat. Orang sederhana datangnya dari dorongan hati. Memang tidak ada banyak keinginan dari hatinya. Belajar dari saudara yang beragama Budha, keinginan adalah sumber dari sengsara. Orang yang sederhana umumnya bersikap, non multa sed multum. Bukan banyaknya hal yang dia kerjakan tetapi kedalaman dan kesungguhan hatinya dalam melakukan tindakannya. Atau mereka sering mengatakan, “Melakukan hal biasa dengan cara yang istimewa”. Karena tidak banyak keinginannya, maka uangnya cukup dan dia tidak perlu berhemat. . Saya merasa orang semacam Joseph inilah yang dipuji Kitab Suci, berbahagialah yang miskin di hadapan Allah, berbahagialah yang suci hatinya (Bdk. Matius 5:3.8)

Orang yang hemat,  bisa menikmati banyak hal dengan cara yang efektif sekali. Umumnya mereka memiliki banyak pengalaman dan perbandingan. Mereka biasanya memiliki pengalaman bepergian ke banyak tempat, dan tahu menikmati hidup. 

Mana yang lebih baik?

Saya tentu tidak dalam posisi menilai apalagi menghakimi. Saya hanya belajar untuk membedakannya. Dua-duanya memiliki keunggulannya sendiri. Apakah kita bisa menggabungkan kedua-duanya? Tentu tidak mudah untuk menggabungkan kedua-duanya, karena nilai yang diyakini seringkali tidak seiring bahkan bertentangan. Kalau saya boleh memilih, saya lebih suka memiliki hati yang sederhana. Saya kadang memohon kepada Tuhan supaya dianugerahi sebuah hati yang sederhana.  

Namun jika ada yang mampu untuk menggabungkan, maka dia menjadi orang yang sangat efektif dan sekaligus efisien. 

Saudaramu dalam Tuhan,
Pst. Petrus Suroto MSC

Misa 1000 Hari

CIC diundang untuk menghadiri Perayaan Ekaristi yang akan dipersembahkan untuk mendoakan 1000 hari berpulangnya Rm. A.M. Ardi Handojo Seno SJ yang akan dilaksanakan di Our Lady of the Way Parish, St. Mary’s Church 264 Miller St, North Sydney, NSW 2060 pada hari Jumat 14 Februari 2020, pada jam 12.00. Mass celebrants: Fr. Andrew Bullens SJ, dan Fr. Daven Day SJ. All welcome. RSVP selambatanya  2nd February 2020, kepada Selvy 0401 526 588 (Untuk Kensington) dan Lanny 0402 090 289 (untuk Enmore dan lain-lain). 

Chaplain Anda Ke Indonesia

Tanggal 29 Januari – 18 Februari, chaplain anda ke Indonesia. Tujuannya untuk Retret Tahunan, berlibur mengunjungi orangtua dan memberkati perkawinan keponakan yang menikah. Untuk pengetahuan Umat, Chaplain CIC -seperti skilled worker pada umumnya, wajib berlibur 4 Minggu dalam setahun plus 8 hari retret. Selama Chaplain tidak ada, pelayanan akan dilaksanakan oleh Fr. Aloysius Lamere MSC. 

Rosary Is Back – 2020

  • Posts

Rosary Thursday is back! 🙏🏻 The first Rosary this year will be held tonight! Come and join us in worship and prayer. Worship will start at 7 pm (7.10 pm latest). See you all there! 🙋🏻‍♀️🧡

Pray For Australia

In Australia, bushfires have been burning down hundreds of homes and farms since August 2019, and it is still on fire until today! Over 6 million hectares of Australian land has been burned, and the death toll keeps increasing. 😥

But we can do something to help them!
If you want to show your support by making a donation, here are some links to the local state fire services:

NSW RURAL FIRE SERVICES:
https://quickweb.westpac.com.au/OnlinePaymentServlet?cd_community=NSWRFS&cd_currency=AUD&cd_supplier_business=DONATIONS&action=EnterDetails

QLD FIRE AND RESCUE:
http://givit.org.au/

SA COUNTRY FIRE SERVICE:
https://cfsfoundation.org.au/donate

VIC COUNTRY FIRE AUTHORITY:
https://www.cfa.vic.gov.au/about/supporting-cfa

WESTERN AUSTRALIA:
https://www.dfes.wa.gov.au/contactus/pages/generalenquiries.aspx

Please help our community in every way, donations from the links above, or even through prayers! Remember, every little help counts!
Let’s help for a better Australia! 🙏🏻