A Note From Chaplain

COVID-19 DAN CIC

CIC adalah bagian dari masyarakat manusia. Maka ketika dunia dilanda pendemic COVID-19, kita juga terkena dampaknya. Seperti dalam dokumen konsili Vatikan kedua, Lumen Gentium.”Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga” (LG 1). Maka seturut panduan dari Keuskupan Agung Sydney, kita juga mengaplikasikan dalam CIC:

Liturgi Kita

  • Umat hendaklah tidak lebih dari 100 orang. Dan duduk dengan jarak yang aman (kecuali anggota keluarga). Untuk misa besar seperti Paskah akan dibicarakan lebih lanjut oleh para koordinator bagaimana mengaturnya agar kurang dari 100 orang.
  • Alcolhol-based gels harap disedikan di pintu masuk, ruang pengakuan dan sekitar altar.
  • Tidak ada komuni dua rupa, komuni harus di tangan, salam damai dengan menundukkan kepala, tidak ada bergandengan tangan saat Doa Bapa Kami.
  • Tidak dibagikan buku Puji Syukur.
  • Kolekte tidak diedarkan tetapi ditaruh.
  • Mengikuti arahan Keuskupan Agung Jakarta, diharapkan misa lebih pendek, misalnya dengan tidak menyanyikan lagu ordinarium. 

Pelayanan Chaplain 

Chaplain tetap memberikan pelayanan kepada umat, terutama dalam pemberian sakramen dan sakramentali. Mohon agar mengundang umat lain jangan terlalu banyak. Misalnya jika meminta berkat rumah, cukup keluarga inti dan teman beberapa saja.

Sehubungan dengan Kegiatan CIC

Para koordinator dan Chaplain memutuskan untuk membatalkan CIC Night dan CIC Games, setelah melalui banyak pertimbangan.

Seminar Liturgi pada tanggal 22 Maret dibatalkan karena Aula Kensington ditutup sementara waktu. 

Doa Kelompok Bina Iman umat tidak dilarang, tetapi Chaplain menyetujui jika tidak diadakan sampai waktu aman. Jika diadakan di rumah-rumah mohon makanan tidak prasmanan tetapi dalam container.

Penjualan makanan dianjurkan untuk distop untuk sementara waktu. 

Doa lewat perantaraan Santa Corona

Santa Corona adalah seorang suci dan martir, sekitar tahun 170 M, dan menjadi pelindung mereka yang menderita karena sakit menular. 

“Ketika dilanda ketidakpastian, Tuhan ajari aku untuk tetap tenang.

Saat banyak berita simpang siur, entah benar,entah tidak, bantulah aku untuk memilah-milah dan membedakan, dan memagang yang benar.

Ketika ketakutan melanda dan kekawatiran menyesakkan, Tuhan tuntun aku.

Ketika kami tidak bisa menjabat tangan teman dan sahabat, buatlah supaya kami tetap dekat.

Ketika kami harus berjarak dengan sesama, semoga kami tetap dijembatani dengan kasih.

Berkatilah para doker dan perawat. Bantulah para peneliti agar cepat ditemukan obat untuk penyakit ini. Bagi para penderita karena corona virus, berkati dan kuatkan mereka. Dan semoga krisis ini cepat berlalu dan dunia ini Engkau berkati menjadi lebih sehat.

Santa Corona, doakanlah kami. 

Lebih Dekat dengan Keluarga 

Saat-saat ini, ketika kita banyak di rumah, marilah kita memakai waktu untuk keluarga. Perbanyaklah waktu untuk bercakap-cakap, saling mendengarkan dan mengapresiasi dan memberi waktu bersama.

Saudaramu dalam Tuhan,
Fr. Petrus Suroto MSC