Home

Play, Pray & Praise God (P3G) Sep 2020

Dunia dimana kita tinggal menawarkan banyak kenyamanan duniawi maupun kebiasaan yang sekasat mata tidak ingin ditolak. Namun, bagaimana respon kita sebagai orang Katolik terhadap hal tersebut? Apakah kita mau untuk menolak kenyamanan duniawi demi kehidupan kekal bersama Bapa? Apa yang seharusnya kita lakukan untuk menjaga iman dan berdiri teguh dengan ajaran iman Katolik? Br. Tommy Riezky @tommyriezky akan membantu kita untuk belajar mengenai hal tersebut di P3G,
Sabtu 17 Oktober 2020
pukul 5PM (AEST)/1PM (WIB)
via Zoom: http://bit.ly/SPJTruth
Password: SPJTruth
(Link in our bio)

Play, Pray & Praise God (P3G) Aug 2020

Kenapa sih susah banget buat nyenengin wanita? Dibilang cantik, dikira gombal. Dibilang jelek, dikira menghina.

Kenapa sih serba salah jadi pria? Kalau kamu berdebat, dibilang keras kepala. Jika kamu diam, dibilang tidak punya pendirian.

Wanita itu makhluk misterius bagi pria, dan begitu pula sebaliknya. Padahal Efesus 5:33 bilang supaya sang suami untuk mengasihi istrimu dan istri hendaklah mengormati suamimu. Tapi sering yang terjadi bukannya crash landing on love, melainkan crash landing on disaster!

Ga usah bingung2 lagi, karena P3G kali ini akan membahas cara untuk mengasihi wanita dan menghormati pria yang tepat pada sasaran.

Sabtu 5 September 2020
5pm AEST/2pm WIB
Zoom Meeting ID: 824 5020 2495
Passcode: SPJCLOL

Credit: @jessicaset

Play, Pray & Praise God (P3G) Aug 2020

Siapa bilang melayani Tuhan itu mudah? Pasti banyak rintangan selama pelayanan. Entah dari orang lain, saudara dalam komunitas, bahkan diri sendiri. Tidak sedikit pelayan Tuhan yang “drop out” dari pelayanan. Tapi, apakah resiko melayani tersebut sepadan dengan tenaga yang kita berikan? Apakah melayani = sakit hati?
Dalam P3G kali ini, kita akan mendengarkan pengalaman Kevin SP, founder & admin dari @omk_indonesia tentang lika-liku dalam hidup pelayanannya.

Sabtu, 15 Agustus 2020
5pm AEST/ 2pm WIB
Zoom meeting ID: 882 1545 7016
Passcode: SPJApple

P3G Jun 2020 Song Lists


Who’s excited for this Saturday’s P3G? 🙋🏻‍♀️🙋🏻‍♂️ Here’s a song list for our FULL BAND PRAISE AND WORSHIP by CIC SPJ in Indonesia. Put them on repeat and get yourself prepared for #cicspjlegacy #cicspjreunion #cicspjworship
Registration is still open (and only limited spots available). See you guys there! ✨

Play, Pray & Praise God (P3G) Jun 2020

Join us for Saturday 20th June 2020 – 4.45pm AEST / 1.45pm WIB for a special P3G session as we come together from all generations to ‘Let His Legacy Shine’!
In commemoration of CIC SPJ’s 20th Birthday in July, we plan on gathering as one to celebrate our community from all generations around the globe!
This P3G session will cover the theme ‘LEGACY’!
Make sure you register to secure your spot: bit.ly/SPJLegacy

Play, Pray & Praise God (P3G) May 2020

Dalam rangka Bulan Maria, CIC SPJ dan PDKK HKY akan mengadakan P3G (Play, Pray, Praise God) dengan tema *“A Mother’s Sorrow”* yang akan dibawakan oleh *Maspolin Rahardja* pada *Jumat, 22 Mei 2020, 7pm* *Zoom details:*
*Meeting ID: 837 1655 8853*
*Password: P3GSPJ*
atau melalui link:
bit.ly/SPJ22MAY
Kita semua diajak untuk merenungkan 7 dukacita Maria. Salah satu duka Ibu Maria adalah kehilangan Sang Buah hatinya yang masih berusia 12 tahun tanpa berita, dan baru menemukanNya kembali setelah 3 hari di Bait Allah (Luk 2:46a). Akan tetapi, Ibu Maria tetap sabar dan menyimpan semua itu dalam hatinya.
Cr: @marshalevina

CIC SPJ Online Rosary Session

 

Happy Thursday everyone! 🤗 You know what that means right? It’s rosary night! Join our online rosary session 7pm tonight so we can pray together during these times of need. Message us through our Instagram account @cicspj if you would like to join so we can send you the link!

Play, Pray & Praise God (P3G) Apr 2020

In His darkest hour, Jesus uttered seven last words of great meaning to those who contemplate His passion and death. On these last days of lent, let us ponder those words and find out what Jesus meant by His last 7 words. Join us for our first online P3G session this weekend (Saturday & Sunday 4 & 5 April 2020) at 4pm.
Registration is needed via link on our bio for online conference call invitation.

A Note From Chaplain

Hari Raya Kabar Sukacita

Minggu, 29 Maret 2020 
Yes 60:1-6
Ef 3:2-3a, 5-6
Mat 2:1-12

MELAKSANAKAN KEHENDAK TUHAN 

Saya pernah melihat acara di TV, seorang motivator ulung Indonesia yang berbicara tentang hasrat yang benar. Kalau kita renungkan setiap orang tentulah memiliki hasrat. Ada orang yang hasratnya menduduki kedudukan atau mencari kekayaan sebesar-besarnya. Tetapi motivator tadi bertanya, hasrat apa yang paling tinggi. Dan dia menjawab kedudukan dan pangkat menjadi bermakna jika dipakai untuk menjadi sebaik-baiknya manusia yaitu yang berguna bagi sesama.

Kalau hasrat yang paling benar adalah menjadi sebaik-baiknya manusia yang berguna bagi sesama, Bunda Marialah orangnya. Konteks pada zaman Maria adalah mereka sementara menanti-nantikan campur tangan Tuhan. Manusia sudah terlalu bebal hati sehingga hukum-hukum Tuhan tidak ditaati lagi. Namun Tuhan tidak membatalkan rencana-Nya untuk membahagiakan manusia. Dia merencanakan agar Sang Putra turun menjelma menjadi manusia. Dialah Sang Imanuel (Yes 7:14).  Namun untuk maksud itu dipeerlukan kerja sama manusia, “seorang perempuan muda akan mengandung” (Yes 7:14). Dan Marialah yang terpilih.

Gereja merayakan Maria Menerima Kabar Gembira ini sebagai peristiwa yang penting. Kesediaan Maria untuk melaksanakan kehendak Bapa merupakan kabar sukacita bagi seluruh umat manusia. “Ya” Maria merupakan jembatan yang  menghubungkan Surga dengan Dunia. Dunia yang berdosa akan dihubungkan kembali dengan Surga Mulia.

Ternyata misi yang besar ini, justru mensyaratkan sikap sederhana. Maria menjadikan diri-Nya Bunda Tuhan bukan dengan mencari kebesaran dan prestasi. Dia tidak berusaha menjadi pusat dengan pelbagai aktivita. Justru dia mengatakan, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu itu” (Luk 1:38). Keputusan paling penting dalam diri Maria justru sikap Maria yang meninggalkan segala perkara dalam tangan Tuhan, menyerahkan diri sebagai hamba Tuhan. Dia tidak memiliki rencana sendiri, tetapi Tuhan yang merencanakan dan dia melaksanakannya dengan penuh ketaatan hamba. Dengan sikap serah diri itu, Bunda menjadi tenang, damai, siap siaga, jernih dan bening; siap melaksanakan kehendak Tuhan kapan saja.

Apakah ini berarti Maria bersikap pasif total, karena bukankah Tuhan yang melaksanakan? Tidak saudaraku. “Ya” Maria adalah “ya” yang aktif. Perhatikan bahwa sebelum Bunda mengatakan kesediaannya, dia bertanya, “Bagaimana hal ini terjadi karena saya belum bersuami?”(Luk 1:34)  Dan justru karena pertanyaan itu, rahmat Tuhan berjatuhan dari atas. Allah menjamin bahwa Roh Kudus akan menyertai Maria. Bunda bertanya dan justru karena pertanyaan itu menjadi jelas apa yang harus dibuat selanjutnya.

Hal lain lagi yang menambahkan bahwa Bunda Maria tidak sekedar pasif total adalah konsekwensi yang harus dia tanggung. Banyak kesulitan yang dihadapi Bunda Maria dalam melaksanakan panggilan Tuhan: melahirkan di kandang, mengungsi ke Mesir, mencari Yesus ketika tertinggal di Bait Allah, melihat Putra-Nya memanggul salib sampai memangku jenasah Putra-Nya. Panggilan Tuhan mengandung resiko dan pengorbanan diri, seperti seorang hamba menanggung kesulitan ketika melaksanakan kehendak tuannya.

Para saudara, pesan apakah yang dapat kita pelajari dari Hari Raya ini?  Mari kita mencari hasrat yang benar dalam hidup. Dan hasrat yang benar itu adalah mencari, menemukan dan melaksanakan kehendak Tuhan. Namun menemukan kehendak Tuhan belumlah cukup. Sebagaimana Bunda bertanya kepada Malaikat, kitapun  perlu dan harus bertanya “bagaimana”. Pertanyaan bagaimana membuat kesediaan kita menjadi lebih berharga. Bagaiaman supaya aku menjadi pastor yang lebih baik lagi, bagiamana aku dapat menjadi guru yang lebih baik, bagaimana aku menjadi orangtua yang lebih baik dan seterusnya.

Marilah kita meneneladan Maria: melepaskan diri untuk dibentuk oleh Tuhan pada setiap kejadian  hidup kita. Dan menjadikan diri kita berguna bagi sesama. Tentu cara kita menjadi berguna berbeda dengan Bunda kita. Kalau Bunda Maria adalah misi raksasa menjadi Bunda Tuhan. Kita diberi misi kecil, tetapi membutuhkan kesetiaan. Contoh kecil, sekarang ini, waktu renungan ini saya tulis, kita sementara diminta untuk bepergian jika tidak sangat penting, tetapi tinggal di rumah. Hal ini dilakukan untuk menghambat penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh viruscorona. Setia melakukannya adalah hal yang mudah jika dibanding dengan misi Maria. Tetapi walau kecil jika kita setia kita juga menjadi berguna bagi sesama atas resiko sakit karena terinfeksi coronavirus. Yang penting kita memiliki kesetiaan.

Saudaramu dalam yang sementara berjarak karena viruscorona. PS

 

A Note From Chaplain

COVID-19 DAN CIC

CIC adalah bagian dari masyarakat manusia. Maka ketika dunia dilanda pendemic COVID-19, kita juga terkena dampaknya. Seperti dalam dokumen konsili Vatikan kedua, Lumen Gentium.”Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga” (LG 1). Maka seturut panduan dari Keuskupan Agung Sydney, kita juga mengaplikasikan dalam CIC:

Liturgi Kita

  • Umat hendaklah tidak lebih dari 100 orang. Dan duduk dengan jarak yang aman (kecuali anggota keluarga). Untuk misa besar seperti Paskah akan dibicarakan lebih lanjut oleh para koordinator bagaimana mengaturnya agar kurang dari 100 orang.
  • Alcolhol-based gels harap disedikan di pintu masuk, ruang pengakuan dan sekitar altar.
  • Tidak ada komuni dua rupa, komuni harus di tangan, salam damai dengan menundukkan kepala, tidak ada bergandengan tangan saat Doa Bapa Kami.
  • Tidak dibagikan buku Puji Syukur.
  • Kolekte tidak diedarkan tetapi ditaruh.
  • Mengikuti arahan Keuskupan Agung Jakarta, diharapkan misa lebih pendek, misalnya dengan tidak menyanyikan lagu ordinarium. 

Pelayanan Chaplain 

Chaplain tetap memberikan pelayanan kepada umat, terutama dalam pemberian sakramen dan sakramentali. Mohon agar mengundang umat lain jangan terlalu banyak. Misalnya jika meminta berkat rumah, cukup keluarga inti dan teman beberapa saja.

Sehubungan dengan Kegiatan CIC

Para koordinator dan Chaplain memutuskan untuk membatalkan CIC Night dan CIC Games, setelah melalui banyak pertimbangan.

Seminar Liturgi pada tanggal 22 Maret dibatalkan karena Aula Kensington ditutup sementara waktu. 

Doa Kelompok Bina Iman umat tidak dilarang, tetapi Chaplain menyetujui jika tidak diadakan sampai waktu aman. Jika diadakan di rumah-rumah mohon makanan tidak prasmanan tetapi dalam container.

Penjualan makanan dianjurkan untuk distop untuk sementara waktu. 

Doa lewat perantaraan Santa Corona

Santa Corona adalah seorang suci dan martir, sekitar tahun 170 M, dan menjadi pelindung mereka yang menderita karena sakit menular. 

“Ketika dilanda ketidakpastian, Tuhan ajari aku untuk tetap tenang.

Saat banyak berita simpang siur, entah benar,entah tidak, bantulah aku untuk memilah-milah dan membedakan, dan memagang yang benar.

Ketika ketakutan melanda dan kekawatiran menyesakkan, Tuhan tuntun aku.

Ketika kami tidak bisa menjabat tangan teman dan sahabat, buatlah supaya kami tetap dekat.

Ketika kami harus berjarak dengan sesama, semoga kami tetap dijembatani dengan kasih.

Berkatilah para doker dan perawat. Bantulah para peneliti agar cepat ditemukan obat untuk penyakit ini. Bagi para penderita karena corona virus, berkati dan kuatkan mereka. Dan semoga krisis ini cepat berlalu dan dunia ini Engkau berkati menjadi lebih sehat.

Santa Corona, doakanlah kami. 

Lebih Dekat dengan Keluarga 

Saat-saat ini, ketika kita banyak di rumah, marilah kita memakai waktu untuk keluarga. Perbanyaklah waktu untuk bercakap-cakap, saling mendengarkan dan mengapresiasi dan memberi waktu bersama.

Saudaramu dalam Tuhan,
Fr. Petrus Suroto MSC